, APAC
/Ryoji Iwata from Unsplash

APAC to lead trade credit insurance, global growth to rise 9.3%

Robust activity in world trade pushed demand for trade credit insurance.

The trade credit insurance market is expected to experience robust growth, reaching $17.48b by 2028 with a compound annual growth rate (CAGR) of 9.3%, with Asia Pacific expected to be the fastest-growing region.

This growth is driven by factors such as global trade volatility, supply chain resilience, digitalisation of trade finance, emergence of new market players, and strategic risk management post-pandemic.

The report by ResearchAndMarkets.com titled "Trade Credit Insurance Global Market Report 2024" indicated that the surge in global trade activities is a significant driver for the trade credit insurance market.

With world trade reaching $28.5t in 2021, there is a growing demand for trade credit insurance to shield receivables from credit risks in international trade transactions.

Anticipated economic fluctuations and uncertainties contribute to the growth of the trade credit insurance market.

ALSO READ: Decline in credit insurance business affects Asuransi Asei Indonesia

Changes in GDP growth, stock market volatility, and exchange rate fluctuations impact businesses and individuals, highlighting the importance of trade credit insurance in mitigating risks.

Technology advancements play a crucial role in shaping the trade credit insurance market. 

Major players are focusing on developing innovative solutions, such as leveraging blockchain, smart contracts, and artificial intelligence to automate policy administration and compliance, thereby enhancing efficiency and user experience.

Prominent players in the trade credit insurance market are innovating their product offerings to cater to evolving business needs. 

These innovations include digitizing trade credit insurance, providing credit management tools, and offering adaptable and personalized insurance solutions to support industries and exporters.

Follow the link for more news on

BRI Life mengandalkan kanal bancassurance di tengah permintaan asuransi yang meningkat

Hingga November 2023, kanal bancassurance berkontribusi sebesar 81% dari total pendapatan premi BRI Life.

Allianz Syariah menawarkan asuransi Syariah untuk seluruh masyarakat Indonesia

Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah mendorong perusahaan menerapkan langkah jangka pendek dan panjang.

CEO MSIG Asia berbagi pendekatan terhadap evolusi manajemen risiko

CEO Clemens Philippi menjelaskan alasan MSIG Asia berpegang pada strategi berbasis Jepang untuk berpikir jangka panjang dan keberlanjutan.

Zurich memprediksi sektor UMKM sebagai potensi pertumbuhan untuk asuransi embedded

Roopa Malhotra dari Zurich mengadvokasi asuransi embedded, menekankan sifat kontekstualnya sebagai katalisator kesadaran dan adopsi nasabah.

Bagaimana Singlife berencana untuk memperbesar penetrasi asuransi di Filipina melalui GCash

Para ekspert menyoroti paparan ekonomi negara tersebut terhadap perubahan iklim.

Titan-titan asuransi dan perbankan Asia berjanji untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim

Pemimpin-pemimpin asuransi dan perbankan bergabung untuk mengatasi perubahan iklim, dengan menekankan perlunya investasi berkelanjutan dan strategi transisi yang inklusif.

Penurunan bisnis asuransi kredit memengaruhi Asuransi Asei Indonesia

Penurunan pada segmen asuransi kredit pada 2023 memengaruhi premi bruto perusahaan asuransi tersebut.

Perubahan dalam regulasi asuransi memicu transformasi industri pada 2024

CEO MSIG Asia menyatakan 2024 sebagai tahun pertumbuhan bagi perusahaan asuransi, namun memperingatkan dampak regulasi dan sosio-ekonomi yang bervariasi.

Mengapa embedded insurance menjadi keharusan

Sebagian besar, sekitar 16% dari pendapatan asuransi di Asia kini berasal dari embedded insurance.

Warga Singapura berjuang dengan cakupan penyakit kritis meskipun terjadi penurunan dalam kesenjangan perlindungan

Chief marketing dan proposition officer  AIA SG mengharapkan perusahaan asuransi dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan tuntutan konsumen pada 2024.